CERITA PENDEK

Cerita Pendek: Cinta Sejati

By cK

Disclaimer: Postingan panjang. Harap bersiap-siap meluangkan waktu untuk cerita pendek ini…

Cerita ini merupakan kisah nyata seorang tante yang saya temui di Bali, tetapi detail yang saya sebutkan mungkin tidak sesuai dengan kisah aslinya. Saya menuliskan apa yang saya tangkap dari yang diceritakan tante. Sebut saja Ami (bukan nama sebenarnya). Tante Ami bercerita mengenai pengalaman hidupnya ketika masa kuliah.

Sekitar dua puluh tahun yang lalu, Ami sedang menjalankan semester terakhir dan berusaha menyelesaikan skripsi. Disaat itu pula, 2 minggu yang akan datang, Ami akan dipersunting oleh seorang pria yang bernama Iman (bukan nama sebenarnya).

Ami dan Iman telah berpacaran selama 7 tahun. Iman merupakan teman SD Ami. Mereka telah kenal selama 14 tahun. Masa 7 tahun adalah masa pertemanan, dan kemudian dilanjutkan ke masa pacaran. Mereka bahkan telah bertunangan dan 2 minggu ke depan, Ami dan Iman akan melangsungkan ijab kabul.

Entah mimpi apa semalam, tiba-tiba Ami dikejutkan oleh suatu berita.

Adiknya Iman: Mbak Ami, Mbak Ami. Mas Iman…Mas Iman….kena musibah!
Ami: Innalillahi wa inna illahi roji’un…

Saat itu Ami tidak mengetahui musibah apa yang menimpa Iman. Kemudian sang adik melanjutkan beritanya…

Adiknya Iman: Mas Iman…kecelakaan…dan..meninggal…
Ami: Innalillahi wa inna illahi roji’un…

…dan Ami kemudian pingsan…

Setelah bangun, Ami dihadapkan oleh mayat tunangannya. Ami yang shock berat tak bisa berkata apa-apa. Bahkan tidak ada air mata yang mengalir.

Ketika memandikan jenazahnya, Amit terdiam. Ami memeluk tubuh Iman yang sudah dingin dengan begitu erat dan tak mau melepaskannya hingga akhirnya orang tua Iman mencoba meminta Ami agar tabah menghadapi semua ini.

Setelah dikuburkan, Ami tetap terdiam. Ia berdoa khusyuk di depan kuburan Iman.

Sampai seminggu ke depan, Ami tak punya nafsu makan. Ia hanya makan sedikit. Ia pun tak banyak bicara. Menangis pun tidak. Skripsinya terlantar begitu saja. Orangtua Ami pun semakin cemas melihat sikap anaknya tersebut.

Akhirnya bapaknya Ami memarahi Ami. Sang bapak sengaja menekan anak tersebut supaya ia mengeluarkan air mata. Tentu berat bagi Ami kehilangan orang yang dicintainya, tapi tidak mengeluarkan air mata sama sekali. Rasanya beban Ami belum dikeluarkan.

Setelah dimarahi oleh bapaknya, barulah Ami menangis. Tumpahlah semua kesedihan hatinya. Setidaknya, satu beban telah berkurang.

…tiga bulan kemudian…

Skripsi Ami belum juga kelar. Orangtuanya pun tidak mengharap banyak karena sangat mengerti keadaan Ami. Sepeninggal Iman, Ami masih terus meratapi dan merasa Iman hanya pergi jauh. Nanti juga kembali, pikirnya.

Di dalam wajah sendunya, tiba-tiba ada seorang pria yang tertarik melihat Ami. Satria namanya (bukan nama sebenarnya). Ia tertarik dengan paras Ami yang manis dan pendiam. Satria pun mencoba mencaritahu tentang Ami dan ia mendengar kisah Ami lengkap dari teman-temannya.

Setelah mendapatkan berbagai informasi tentang Ami, ia coba mendekati Ami. Ami yang hatinya sudah beku, tidak peduli akan kehadiran Satria. Beberapa kali ajakan Satria tidak direspon olehnya.

Satria pun pantang menyerah, sampai akhirnya Ami sedikit luluh. Ami pun mengajak Satria ke kuburan Iman. Disana Ami meminta Satria minta ijin kepada Iman untuk berhubungan dengan Ami. Satria yang begitu menyayangi Ami menuruti keinginan perempuan itu. Ia pun berdoa serta minta ijin kepada kuburan Iman.

Masa pacaran Ami dan Satria begitu unik. Setiap ingin pergi berdua, mereka selalu mampir ke kuburan Iman untuk minta ijin dan memberitahu bahwa hari ini mereka akan pergi kemana. Hal itu terus terjadi berulang-ulang. Tampaknya sampai kapanpun posisi Iman di hati Ami tidak ada yang menggeser. Tetapi Satria pun sangat mengerti hal itu dan tetap rela bersanding disisi Ami, walaupun sebagai orang kedua dihati Ami.

Setahun sudah masa pacaran mereka. Skripsi Ami sudah selesai enam bulan yang lalu dan ia lulus dengan nilai baik. Satria pun memutuskan untuk melamar Ami.

Sebelum melamar Ami, Satria mengunjungi kuburan Iman sendirian. Ini sudah menjadi ritual bagi dirinya. Disana ia mengobrol dengan batu nisan tersebut, membacakan yasin, sekaligus minta ijin untuk melamar Ami. Setelah itu Satria pulang, dan malamnya ia melamar Ami.

Ami tentu saja senang. Tapi tetap saja, di hati Ami masih terkenang sosok Iman. Ami menceritakan bagaimana perasaannya ke Satria dan bagaimana posisi Iman dihatinya. Satria menerima semua itu dengan lapang dada. Baginya, Ami adalah prioritas utamanya. Apapun keinginan Ami, ia akan menuruti semua itu, asalkan Ami bahagia.

Ami pun akhirnya menerima lamaran Satria.

…beberapa bulan setelah menikah…

Di rumah yang damai, terpampang foto perkawinan Ami dan Satria. Tak jauh dari foto tersebut, ada foto perkawinan Ami ukuran 4R. Foto perkawinan biasa, namun ada yang janggal. Di foto tersebut terpampang wajah Ami dan Iman.

Ya, Ami yang masih terus mencintai Iman mengganti foto pasangan disebelahnya dengan wajah Iman. Foto itupun terletak tak jauh dari foto perkawinan Satria dan Ami. Sekilas terlihat foto tersebut hasil rekayasa yang dibuat oleh Ami. Namun Satria mengijinkan Ami meletakkan foto tersebut tak jauh dari foto perkawinan mereka.

Bagaimanapun Ami tetap akan mencintai Iman sekaligus mencintai Satria, suami tercintanya. Dan Satria merupakan pria yang memiliki hati sejati. Baginya, cinta sejatinya adalah Ami. Apapun yang Ami lakukan, ia berusaha menerima semua keadaan itu. Baginya tak ada yang perlu dicemburui dari batu nisan. Ia tetap menjalankan rumah tangganya dengan sakinah, mawaddah dan warramah, hingga saat ini…

Mendengar cerita diatas, terus terang saya merasa sedih, terharu, sekaligus miris. Saya kagum dengan sosok Satria yang ternyata benar-benar mencintai Tante Ami. Saya juga mengerti kepedihan Tante Ami ketika ditinggalkan tunangannya. Tentu rasanya sulit ditinggalkan oleh orang yang sudah membekas dihati.

Akankah ada pria-pria seperti Satria? Saya harap semoga banyak pria yang akan tetap setia kepada seorang wanita, menerima mereka apa adanya.

Tulisan Terbaru di Puisi Cinta AnggrekBiru

Cinta Putih

January 22nd, 2009

Ada bayang yang tak pernah pergi
Ada nama yang s’lalu mendiami
serta seutas wajah yang menerangi
Pada hati…bangkitkan semangat diri
tuk lalui hari-hari

Meski kutau bagiku takkan mungkin lagi ada dirimu
Tetap saja kubiarkan engkau mendiami seluruh taman asa
di antara kuntum bunga mawar yang pernah ada diantara kita
Merekah indah diantara ‘harap dan nyata’

Ada keyakinan yang tak terbeli
Oleh ribuan hari-hari penantian hati
Susuri hidup… walau tertatih seorang diri
dan kau tetap disana, diami sudut paling sunyi
dan suci…

Jejakmu

January 11th, 2009

Puisi baru ini Kenzt tulis dengan waktu gak sampe 5 menit. Jadi, kalo ada kata-kata yang ga nyambung ato terlalu sederhana, mohon dimaafkan yah… Buat semua yang udah baca, Kenzt tungguin komentarnya !!!

Ada jejakmu di hati
Sejak engkau melangkah bahagia
Hingga pergi meninggalkan luka
Semuanya tertinggal

Terngiang aku saat-saat dulu
Kita berdua masih
Menjejak harapan yang sama
Tujuan yang satu… cinta abadi (more…)

NEWS TERBARU OBAMA/PALESTINA

Barack Obama
Barack Obama

Incumbent
Assumed office
January 20, 2009
Vice President Joe Biden
Preceded by George W. Bush

In office
January 3, 2005 – November 16, 2008
Preceded by Peter Fitzgerald
Succeeded by Roland Burris

Member of the Illinois Senate
from the 13th district
In office
January 8, 1997 – November 4, 2004
Preceded by Alice Palmer
Succeeded by Kwame Raoul

Born August 4, 1961 (1961-08-04) (age 47)[1]
Honolulu, Hawaii, United States[2]
Birth name Barack Hussein Obama II[2]
Nationality American
Political party Democratic
Spouse Michelle Obama (m. 1992)
Children Malia Ann (b. 1998)
Natasha (a.k.a. Sasha) (b. 2001)
Residence Chicago, Illinois (private)
White House, Washington, D.C. (official)
Alma mater Occidental College
Columbia University (B.A.)
Harvard Law School (J.D.)
Profession Community organizer
Attorney
Author
Professor
Politician
Religion Christian[3]
Signature Barack Obama's signature
Website WhiteHouse.gov
This article is part of a series about
Barack Obama

Barack Hussein Obama II (pronounced /bəˈrɑːk hʊˈseɪn oʊˈbɑːmə/; born August 4, 1961) is the 44th and current President of the United States. He is the first African American to hold the office. Obama was the junior United States Senator from Illinois from 2005 until he resigned following his 2008 election to the presidency. He was inaugurated as President on January 20, 2009.

Obama is a graduate of Columbia University and Harvard Law School, where he was the first African American president of the Harvard Law Review. He worked as a community organizer in Chicago prior to earning his law degree, and practiced as a civil rights attorney in Chicago before serving three terms in the Illinois Senate from 1997 to 2004. He also taught Constitutional Law at the University of Chicago Law School from 1992 to 2004. Following an unsuccessful bid for a seat in the U.S. House of Representatives in 2000, Obama was elected to the Senate in November 2004. Obama delivered the keynote address at the Democratic National Convention in July 2004.

As a member of the Democratic minority in the 109th Congress, Obama helped create legislation to control conventional weapons and to promote greater public accountability in the use of federal funds. He also made official trips to Eastern Europe, the Middle East, and Africa. During the 110th Congress, he helped create legislation regarding lobbying and electoral fraud, climate change, nuclear terrorism, and care for U.S. military personnel returning from combat assignments in Iraq and Afghanistan.

//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = “show”; var tocHideText = “hide”; showTocToggle(); }
//]]>

Early life and career

Barack Obama was born at the Kapi’olani Medical Center for Women & Children in Honolulu, Hawaii,[4][5] to Stanley Ann Dunham,[6] a European American from Wichita, Kansas,[7][8][9] and Barack Obama, Sr., a Luo from Nyang’oma Kogelo, Nyanza Province, Kenya. Obama’s parents met in 1960 in a Russian language class at the University of Hawaii at Mānoa, where his father was a foreign student on scholarship.[10][11] The couple married on February 2, 1961.[12] Obama’s parents separated when Obama was two years old, and they divorced in 1964.[11] Obama’s father returned to Kenya and saw his son only once more before dying in an automobile accident in 1982.[13]

After her divorce, Dunham married Indonesian student Lolo Soetoro, who was attending college in Hawaii. When Soeharto, a military leader in Soetoro’s home country, came to power in 1967, all students studying abroad were recalled and the family moved to Indonesia.[14] There Obama attended local schools in Jakarta, such as Besuki Public School and St. Francis of Assisi School, until he was ten years old.

He then returned to Honolulu to live with his maternal grandparents, Madelyn and Stanley Armour Dunham, while attending Punahou School from the fifth grade in 1971 until his graduation from high school in 1979.[15] Obama’s mother returned to Hawaii in 1972 for five years, and then in 1977 went back to Indonesia, where she worked as an anthropological field worker. She stayed there most of the rest of her life, returning to Hawaii in 1994. She died of ovarian cancer in 1995.[16]

Right-to-left: Barack Obama and half-sister Maya Soetoro-Ng, with their mother Ann Dunham and grandfather Stanley Dunham, in Hawaii (early 1970s).

Of his early childhood, Obama has recalled, “That my father looked nothing like the people around me — that he was black as pitch, my mother white as milk — barely registered in my mind.”[17] In his 1995 memoir, he described his struggles as a young adult to reconcile social perceptions of his multiracial heritage.[18] He wrote that he used alcohol, marijuana and cocaine during his teenage years to “push questions of who I was out of my mind.”[19] At the 2008 Civil Forum on the Presidency, Obama identified his high-school drug use as his “greatest moral failure.”[20]

Some of his fellow students at Punahou School later told the Honolulu Star-Bulletin that Obama was mature for his age, and that he sometimes attended college parties and other events in order to associate with African American students and military service people. Reflecting later on his formative years in Honolulu, Obama wrote: “The opportunity that Hawaii offered — to experience a variety of cultures in a climate of mutual respect — became an integral part of my world view, and a basis for the values that I hold most dear.”[21]

Following high school, Obama moved to Los Angeles, where he studied at Occidental College for two years.[22] He then transferred to Columbia University in New York City, where he majored in political science with a specialization in international relations.[23] Obama graduated with a B.A. from Columbia in 1983. He worked for a year at the Business International Corporation[24][25] and then at the New York Public Interest Research Group.[26][27]

After four years in New York City, Obama moved to Chicago, where he was hired as director of the Developing Communities Project (DCP), a church-based community organization originally comprising eight Catholic parishes in Greater Roseland (Roseland, West Pullman and Riverdale) on Chicago’s far South Side. He worked there for three years from June 1985 to May 1988.[26][28] During his three years as the DCP’s director, its staff grew from one to thirteen and its annual budget grew from $70,000 to $400,000. His achievements included helping set up a job training program, a college preparatory tutoring program, and a tenants’ rights organization in Altgeld Gardens.[29] Obama also worked as a consultant and instructor for the Gamaliel Foundation, a community organizing institute.[30] In mid-1988, he traveled for the first time to Europe for three weeks and then for five weeks in Kenya, where he met many of his paternal relatives for the first time.[31]

Obama entered Harvard Law School in late 1988. He was selected as an editor of the Harvard Law Review at the end of his first year,[32] and president of the journal in his second year.[33] During his summers, he returned to Chicago where he worked as a summer associate at the law firms of Sidley & Austin in 1989 and Hopkins & Sutter in 1990.[34] After graduating with a Juris Doctor (J.D.) magna cum laude[35][36] from Harvard in 1991, he returned to Chicago.[32]

Obama’s election as the first black president of the Harvard Law Review gained national media attention[33] and led to a publishing contract and advance for a book about race relations.[37] In an effort to recruit him to their faculty, the University of Chicago Law School provided Obama with a fellowship and an office to work on his book.[37] He originally planned to finish the book in one year, but it took much longer as the book evolved into a personal memoir. In order to work without interruptions, Obama and his wife, Michelle, traveled to Bali where he wrote for several months. The manuscript was finally published in mid-1995 as Dreams from My Father.[37]

From April to October 1992, Obama directed Illinois’s Project Vote, a voter registration drive with a staff of ten and seven hundred volunteers; it achieved its goal of registering 150,000 of 400,000 unregistered African Americans in the state, and led to Crain’s Chicago Business naming Obama to its 1993 list of “40 under Forty” powers to be.[38][39]

For twelve years, Obama served as a professor at the University of Chicago Law School teaching Constitutional Law. He was first classified as a Lecturer from 1992 to 1996 and then as a Senior Lecturer from 1996 to 2004.[40] He also joined Davis, Miner, Barnhill & Galland, a twelve-attorney law firm specializing in civil rights litigation and neighborhood economic development, where he was an associate for three years from 1993 to 1996, then of counsel from 1996 to 2004, with his law license becoming inactive in 2002.[26][41][42]

Obama was a founding member of the board of directors of Public Allies in 1992, resigning before his wife, Michelle, became the founding executive director of Public Allies Chicago in early 1993.[26][43] He served from 1994 to 2002 on the board of directors of the Woods Fund of Chicago, which in 1985 had been the first foundation to fund the Developing Communities Project, and also from 1994 to 2002 on the board of directors of the Joyce Foundation.[26] Obama served on the board of directors of the Chicago Annenberg Challenge from 1995 to 2002, as founding president and chairman of the board of directors from 1995 to 1999.[26] He also served on the board of directors of the Chicago Lawyers’ Committee for Civil Rights Under Law, the Center for Neighborhood Technology, and the Lugenia Burns Hope Center.[26]

TINDAKKAN KONKRIT TERHADAP KEADAAN PALESTINA

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Tanya – Jawab — Tag:, , , — iaaj @ 11:21 am

sumber eramuslim.com
Assalamu’alaikum wa rahmatullah Pak Ustadz
Keadaan di Palestina saat ini sangat memprihatinkan dan sangat membuat saya trenyuh, tetapi apakah saya hanya bisa berdoa dan meratap? Karena merupakan kewajiban saya sebagai muslim untuk membantu saudara-saudara saya di sana.
Mohon bantuan Pak Ustadz untuk memberitahukan saya tindakan konkrit apa yang saat ini seharusnya dapat saya lakukan, karena mungkin saya tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan saudara-saudara saya di Palestina ketika di Akhirat nanti mengenai kelalaian saya ketika di dunia tehadap keadaan mereka.

Terima kasih, assalammu’alaikum wa rahmatullah.

Muslim
okymuslim@yahoo.com
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dr. Nawwaf Takruri yang pernah datang ke Eramuslim untuk bersilaturrahim beberapa waktu yang lalu, menulis sebuah buku yang akan menjawab pertanyaan Anda. Buku itu berjudul Al-Jihadu bil-mali fi sabilillah, yang artinya jihad dengan harta di jalan Allah. Sudah diterjemahkan oleh salah satu penerbit di negeri kita.

Dalam bukunya itu, beliau banyak menjelaskan tentang bagaimana bentuk kesertaan nyata buat kita, yaitu dengan cara ikut berjihad dengan harta, sebelum dengan nyawa.

Yang menarik, ternyata hal yang sama dilakukan juga oleh komunitas yahudi di berbagai negeri. Kekuatan keuangan adalah salah satu sendi pokok ketahanan mereka dalam menjajah Palestina.

Sejak sebelum masa pendudukan, komunitas yahudi di seluruh dunia sudah mengumpulkan harta untuk ‘menyogok’ sultan Abdul Hamid II di Istanbul, agar beliau berkenan menyerahkan wilayah Palestina. Sogokan itu tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Sultan yang legendaris itu.

Tapi komunitas yahudi tidak putus asa, mereka tetap mengumpulkan harta untuk diserakan kepada penguasa Inggris yang nota bene sedang menjajah Palestina saat itu.

Mereka mendirikan berbagai yayasan yang secara khusus bertugas mengumpulkan dana dari seluruh komunitas yahudi dari seluruh dunia. Di antaranya adalah Jewish Agency dan Jewsih National Fund. Mereka juga menerima bantuan dana dari Kristen Zionis yang saat ini sedang menjadi penguasa di Amerika dengan kelompok Konservatif Baru. Dan salah satu tokoh utamanya adalah George Walker Bush, sang Presiden.

Dr. Nawaf menceritakan bahwa orang-orang yahudidi Palestina menyediakan ruangan khusus di rumah mereka yang dibiarkan tidak terawat dan mereka selalu berdiri di depanya pagi dan petang. Di ruangan itulah mereka bersembahyang bersama anak-anaknya dan mengucapkan, “Kuil Sulaiman telah hancur maka kita harus membangunnya kembali.”

Setelah itu mereka menghampiri kotak tabungan dan menyisihkan sebagian pengeluaran hariannya. Tabungan itu mereka kumpulkan lalu diserahkan kepada Lembaga Keuangan Nasional Yahudi.

Praktek ini dilakukan oleh semua orang yahudi, bukan hanya yang kaya tapi juga yang miskin pun melakukannya. Dan untuk cita-cita itu, mereka rela hidup hemat, termasuk menghemat makan dan minum, karena merasa terpanggil untuk mendukung lembaga keuangan itu.

Kisah lain yang dituturkan dan bole juga kita jadikan renungan adalah kisah yang diceritakan oleh seorang kakek. Kakek ini pernah bertamu ke rumah salah satu tetangganya yang yahudi.Yang menarik, si pemilik rumah ketika menyuguhkan teh untuk mereka berdua, hanya memberi gula buat tamunya, sedangkan untuk dirinya sendiri, dia malah tidak memakai gula. Si kakek yang menjadi tamu tidak enak hati dan bertanya, “Mengapa Anda tidak pakai gula sedangkan saya kamu beri gula?”

Jawabannya ternyata sangat menarik. Si pemilik rumah yang yahudi itu mengatakan bahwa dia berhemat untuk tidak minum teh pakai gula, untuk bisa menyumbang buat perjuangan Israel di Palestina.

“Kami sekeluarga 5 orang dan setiap hari kami minum teh 2 kali. Setiap minum teh, seorang di antara kami bisa menghabiskan 2 cangkir teh.Ini berarti dalam sehari seorang di antara kami minum 4 cangkir teh. Jika jumlah ini dikalikan 5 sesuai jumlah keluarga kami, maka dalam sehari kami akan menghabiskan 20 cangkir teh. Mengingat setiap cangkir teh membuthkan dua batang gula, maka total gula yang akan kami habiskan dalam sehari adalah 40 batang. Maka kami berhemat tidak minum teh pakai gula, dan uangnya kami berikan untuk penanggulangan bantuan yahudi yang miskin.”

Luar biasa, yahudi saja bisa kompak melakukan solidaritas seperti itu, seolah-olah mereka memang benar-benar satu tubuh yang bila satu merasakan sakit, sekujur tubuh pun akan ikut merasakannya.

Bayangkan bila umat Islam yang berjumlah 1, 5 milyar ini melakukan hal yang sama, tentu masalah dana perjuangan Palestina sudah selesai sejak dulu.

Bahkan salah seorang teman sambil bercanda bilang begini, “Kalau umat Islam kompak, urusan Israel di Palestina mudah saja penyelesaiannya. Coba kita (maaf) kencingi saja yahudi itu secara kompak dan bersama-sama, pasti pemukiman yahudi di Palestina itu banjir dengan kencingnya 1, 5 milyar manusia. Apalagi bangsa kita yang doyan pete dan jengkol, pastilah yahudi-yahudi itu pada kocar kacir ibarat hama kena semprot pestisida.”

Karena itu silahkan anda sumbangkan serupiah dua rupiah uang anda untuk pejuangan saudara kita di Palestina, bila anda orang tak berpunya. Dan silahkan keluarkan semilyar dua milyar kalau Allah memang meluaskan rizki anda. Itu tindakan yang paling mudah yang bisa anda lakukan kapan saja, tanpa harus berangkat ke sana.

Setidaknya ketika anda makan-makan di restoran, saat berdoa jangan lupa ingat wajah anak-anak tak berdosa di Palestina yang sedang meregang ajal karena dilempari bom di taman bermain sekolah mereka oleh yahudi laknatullah.

Berikut ini beberapa tips menarik yang boleh juga anda pertimbangkan:

* Salurkan zakat profesi anda ke Palestina, bila anda termasuk yang cenderung berpendapat adanya zakat profesi. Dan bila anda bukan termasuk yang mendukung adanya zakat profesi, setidaknya infaq dan shadaqah anda arakan ke Palestina.
* Ubahlah sistem belanja rumah tangga anda dari gaya hidup kelasa atas menjadi kelas menengah. Dan jadikan selisih pengeluaran itu untuk keperluan jihad dan mujahidin
* Belilah barang-barang buatan dalam negeri sendiri dan upayakan tidak membeli barang import kalau memang tidak terlalu mendesak
* Lepaskan sebagian perhiasan untuk jihad nyata di Palestina
* Kalau anda sudah melaksanakan haji dan umrah wajib, sebaiknya tahan dulu keinginan jalan-jalan untuk haji dan umrah sunnah dan alihkan dana itu buat perjuangan Palestina
* Berpuasalah sehari atau dua hari dalam seminggu, dan uang untuk makan itu sisihkan buat perjuangan Palestina
* Ubahlah kebiasaan tabzir dalam pesta-pesta, seperti walimah, buka puasa bersama dan hajatan lainnya dan sisihkan dananya untuk Palestina
* Kurangi kebiasaan mengundang makan teman bisnis atau teman sejawat, serta kebiasaan mentraktir ini dan itu, karena ada orang yang jauh lebih membutuhkan di Palestina
* Gantilah hadiah bingkisan atau bunga dengan hadiah berupa kuitansi sumbangan untuk infaq Palestina
* Gantilah sebungukus rokok yang anda hisap (bila anda perokok) dengan uang sebesar itu buat dana Palestina. Dan memang sebaiknya anda tidak merokok demi kesehatan anda sediri
* Obatilah diri anda sekeluarga dengan banyak berinfaq fi sabilillah
* Kurangi sebagian dari pakaian dan perabot mewah, gunakan dananya untuk infak.
* Kalau anda menyembelih hewan qurban, ada baiknya kirim dananya saja ke Palestina, seandainya di wilayah anda jumlah kambing kurban sudah berlebihan.

Dan bila anda ahli bikin roket, maka sebaiknya anda bantu saudara-saudara kita di sana yang memang sedang terus mengembangkan teknik pembuatan roket. Saat ini yang baru bisa buat berjarak 25 km. Dan hasilnya lumayan, jutaan penjajah yahudi sekarang sudah berada pada jarak tembak dan jangkauan roket-roket itu.

Dana Yahudi untuk Investasi Bidang Politik dan Kebijakan Luas Negeri AS

Satu hal penting lainnya dalam urusan jihad dengan harta, ternyata apa yang dilakukan oleh yahudi dengan dana mereka sudah jauh melebihi dari apa yang pernah bisa kita bayangkan. Betapa tidak, uang yang mereka kumpulkan itu mereka investasikan untuk bisa membeli kebijakan politik di negeri Adidaya Amerika.

Lebih dari 60% dana kampanye Partai Demokrat Amerika yang dikumpulkan oleh Jimmy Carter dan Bill Clinton berasal dari investasi kalangan yahudi. Sehingga wajar bila dari 125 anggota Dewan Keuangan Nasional Partai Demokrat pada masa pemerintahan Jimmy Cater (1977-1981), 70 orang di antaranya adalah orang yahudi.

Dan di masa Richard Nixon, 60% dana kampanye mereka juga di dapat dari investasi kalangan yahudi.

Untuk memenangkanCliton, sebuah jamuan makan malam yang dihadiri undangan para yahudi, bisa terkumpul dana 3, 5 juta dollar Amerika. Jamuan itu dihadiri oleh 700 undangan dan setiap undangan membayar biaya kehadiran antara 500 USD hingga 120.000 USD.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

(eramuslim/fn)

ARTIKEL KOMPUTER/AKUTANSI

Mengganti title pada IE

Yang dimaksud title adalah tulisan pada title bar pada internet explorer (tulisan yg terletak paling atas). Anda bisa menambahkan dengan text Anda sendiri. Caranya buka registry editor dan cari key :

Key HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Internet Explorer\Main
Value Name Window Title
Data Type String Value

Mendisable menu Internet Options

Menu Tools – Internet Options digunakan untuk mengganti berbagai setting pada internet explorer. Kalau Anda mendisable menu tersebut orang lain tidak akan dapat mengganti berbagai setting internet explorer Anda.

Caranya buka registry editor dan cari key

Key HKEY_CURRENT_USER\Software\Policies\Microsoft\Internet Explorer\Restrictions
Value Name DWord Value
Data Type String Value
Data 0 = enable menu, 1 = mendisable menu

Info artikel akuntansi manajemen:

artikel akuntansi manajemen

Artikel: Galeri: Akademik AKUNTANSI MANAJEMEN. SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2008/2009 . Jumlah SKS
http://beta.search.msn.com:80/results.aspx?q=artikel+akuntansi+manajemen

Silabus Mata Kuliah Akuntansi Manajemen – himakunpad.org

indeks artikel majalah india caling india: perspectivees indonesia conservation kompetensi (jurnal ekonomi kompentensi /jurnal ekonomi, manajemen & akuntansi
http://www.himakunpad.org/index.php?option=com_content&task=view&id=65&Itemid=82

daftaronline

Sejarah; Cabang – Cabang; Erlangga Group; Tips & Artikel; Tentang Pengarang; Contact Us Buku Akuntansi Manajemen edisi keempat ini bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada dasar-dasar
http://library.unisba.ac.id/jurnal_cetak.htm

Penerbit Erlangga – Komunitas Buku dan Toko Buku Online Indonesia …

manajemen rumah sakit makalah manajemen manajemen pengetahuan manajemen artis desktop manajemen manajemen operasi manajemen perkantoran manajemen qalbu artikel akuntansi manajemen
http://www.erlangga.co.id/index.php?page=shop.product_details&flypage=shop.flypage&product_id=4305&category_id=42&manufacturer_id=0&option=com_virtuemart&Itemid=1

Groups Discussing manajemen qolbu | Yahoo! Groups

sebuah catatan pinggir : what a Life is? – Makalah dari Jurnal Kumpulan makalah pelatihan; jurnal manajemen resiko; skripsi keuangan; artikel akuntansi manajemen; definisi manajemen
http://groups.yahoo.com/phrase/manajemen-qolbu

jurnal manajemen operasional – Seminar – Training – Business …

Artikel tentang Saran Praktis; Formulir Bisnis; Alat-Alat Akuntansi dan Keuangan. Manajemen dan Pelaporan Keuangan; Daftar Gaji Untuk menampilkan semua pokok pada satu folder
http://mercubuanacenter.com/info/manajemen/jurnal-manajemen-operasional-20081030903.html

artikel manajemen keuangan |

Form Aplikasi Permintaan Artikel Jurnal. Artikel yang ingin di-download : PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP BIDANG AKUNTANSI MANAJEMEN
http://www.digithalia.com/berita/beritaterbaru/artikel-manajemen-keuangan.php

PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP BIDANG AKUNTANSI …

Ø PENGGUNAAN LAPORAN AKUNTANSI EKSTERNAL Artikel Magister Manajemen Ø LOGIKA STRATEGIK ORGANISASI Artikel Magister Manajemen. Ø TRANSISI DI NANCHENG GLASS WORKS
http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/request.php?PublishedID=AKU00020204

REFERENSI JURNAL ILMIAH EKONOMI –> http://www.addiepartners.com <– Call 081 …

Beranda > Akuntansi dan Keuangan > Manajemen dan Pelaporan Keuangan Untuk menampilkan semua pokok pada satu Artikel tentang Saran Praktis [4]
http://www.addiepartners.com/text/Katalog-artikel.htm

SME Toolkit Indonesia – Manajemen dan Pelaporan Keuangan

Akuntansi dan Keuangan. Manajemen dan Pelaporan Keuangan; Daftar Gaji/Upah Pembukuan dan Manajemen Arus Kas Artikel tentang Saran Praktis [4]
http://indonesia.smetoolkit.org/indonesia/id/category/176/Manajemen-dan-Pelaporan-Keuangan

SME Toolkit Indonesia – Pembukuan dan Manajemen Arus Kas

DATA PRIBADI

RIWAYAT PENDIDIKAN

NAMA:PURWANTO

TTL:STABAT. PSR I DONDONG I FEBRUARI 1990

SD NEGRI :I

SMP NEGRI:IV

SMA PERSIAPAN STABAT

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!